3 TAHUN (KATANYA) KERJA JOKOWI

3 Tahun (Katanya) Kerja Jokowi

3 Tahun (Katanya) Kerja Jokowi

Aku lihat infrastruktur disana-disini

Namun aku heran rintihan wanita tua kian meringkih

Menanti-nanti Gas-gas Elpiji

Yang kini dimana-dimana mulai sepi

3 Tahun (Katanya) Kerja Jokowi

Media bilang kepuasan rakyat semakin tinggi

Namun nyatanya para buruh, petani dan nelayan kian memaki

Sambil berteriak dalam hati

JOKOWI INGKAR JANJI!!!

3 Tahun (Katanya) Kerja Jokowi

Kufikir Presiden Sipil mampu membuat hukum supremasi

Namun Ulama dan Aktifis Kian terkriminalisasi

Dan para penista? Kini hanya tinggal kabar-kabari

Umat fikir mereka menang sehingga tidak mawas diri

Ternyata umat kalah dikriminalisasi, dipolitisasi, diombang-ombing sana-sini

3 Tahun (Katanya) Kerja Jokowi

Kartu Indonesia Pintar menjadi tempat tinggi hati

Sekolah Tempat Komersialisasi

Membuat manusia menjadi robot tak tau jati diri

Kampus sibuk “main keberi”

Terjebak doktrin “Neo Normalisasi”

Saya Indonesia, Saya Pancasila Ah… Basi

Kalau mahasiswa masih dipersulit dengan birokrasi dan biaya kuliah yang semakin tinggi

Saya Indonesia, Saya Pancasila Ah.. Basi

Jika Mahasiswa Masih dididik tidak dengan nurani

Melegitimasi korupsi sejak dini

Menjadi penghianat-penghianat intelektual dan menjual harga diri

3 Tahun (Katanya) Kerja Jokowi

Jalan di dunia dibangun kian panjang kesana kemari

Namun jalan ke nereka juga mengikuti

Infrastruktur menjadi legitimasi politik transaksi

Lagi-lagi perselingkungan penguasa dan pengusaha terjadi di era reformasi

3 Tahun (Katanya) Kerja Jokowi

Kufikir freeport akan terdivestasi

Namun itu hanya harapan kian tak pasti

Dan rakyat dinina bobokkan dengan isu PKI

Hingga lupa setiap jengkal tubuh ibu pertiwi

Dilecehkan dan diperkosa oleh mereka para “Indonesion yang tak tahu diri”

3 Tahun (Katanya) Kerja Jokowi

Anak Bangsa Terpolarisasi

Hanya berbicara wacana dan opini

Tanpa kerja dan realisasi

3 Tahun (Katanya) Kerja Jokowi

Ternyata “Kawanku” yang dulu mengkritisi

Kini menjelma menjadi hambat perut yang tak pernah habis untuk diisi

Dan hamba “bawah Perut” yang selalu “Crot” disana dan disini

Maafkeun atas sajak lembut ini!!!

DALAM LABORATORIUM PEMIMPIN BANGSA, 18 OKTOBER 2017

KISAS