KAMMINIA

Oleh: M. Hafizh AlHijr

(Ketua Dept. DKP PD KAMMI Medan)

Syahdu syehdan dinamika kau dan aku

Dalam balutan hijau hitam gaya baru
kita berpadu Dan bersatu…
Melawan apa yang kita sebut kebatilan dan kezaliman yang hitam serta abu-abu
Aku tak meminta harta apalagi wanita
Karena nafas panjang itu mendayu bersama hembusan cinta
Geloranya darah dan keringnya tetesnya air mata
Sampai pengorbanan menjadi kenikmatan
Sampai nafsu syahwat lumpuh bersama gelora ria semangat
Leningrad menjadi simbol revolusi merah
Dan lenin hadir laksana panglima
Marx menjelma menjadi nabi tak berdosa
Utopia menjadi mimpi bahkan cita-cita
KAMMI yang mulia sudah semakin menua
Raganya semakin mempesona dan gagah
Namun ruhnya? Ah ya sudahlah kuharap tak tinggal tetesan air kata
Lenin dan soviet kini tinggal nama dan wacana
Amerika sudah mulai dipandang sebelah mata
Dan “kita”? Masihkah menulis dalam kanvas sejarah
Atau sudah terbenam dalam dialektika sia-sia

KAMMINIA…
LAWAN DURJANA!!!

Kisas..