ROMANTISME TAK TERBATAS DALAM ROMANTIKA DM3

By : M. Hafizh Alhijri Chaniago (Alumni DM3 KAMMI SUMBAR)

 

“Wahai orang-orang beriman!!! Masuklah ke dalam Islam secara menyeluruh…”

Sebuah ayat al-quran menjadi pengantar tulisan sederhana ini dari seorang yang sangat fakir akan ilmu dan amal. Pada tulisan ini penulis ingin membagi berbagai pengalaman indah nan luar biasa tentang Romantisme Tak Berkesudahan Dalam Romantika DM3.

Mengapa penulis mengatakan romantisme tak berkesudahan? Karena memang hakikatnya dakwah ini tak mengenal batas dan akhir. Siapa yang “terjebak” dan terjebur didalamnya dan mengikhlaskan diri untuk senantiasa semakin tenggelam maka akan menemukan berbagai kemuliaan, kenikmatan, dan tentunya riak-riak pengorbanan yang penuh dengan keseruan sebagai penguat jiwa dan badan.

Banyak paradigma beredar di aktifis dakwah KAMMI, bahwa DM3 adalah akhir dari segala perjuangan, cerita indah tentang KAMMI tamat setelah DM3, atau adalagi yang memiliki paradigma bahwa ab3, ab2, dan ab1 itu tidak penting namun yang terpenting adalah konstribusi, karena itu hanya merupakan status-status tak bermakna. Pandangan seperti inilah yang membuntukan semangat kader untuk menuntut ilmu dan mengejar kesempurnaan amal. Pandangan ini yang dengan sendirinya tidak sadar malah menjauhkan Islam yang syamil wa mutakammil dari keparipurnaannya.

Padahal seharusnya seorang muslim dan manusia yang mengjewantahkan diri sebagai aktifis dakwah harus menjadi orang yang progresif jauh melebih makna dari progresif itu. Menjadi orang yang senantiasa berinisiatif dalam bekerja ketika yang lain masih terkungkung dalam banyaknya wacana. Dan hal-hal tersebut harus terimplementasikan dalam semangat untuk melewati berbagai pengkaderan KAMMI secara paripurna, baik itu DM1. DM2, DM3 dan dauroh-dauroh serta suplemen pendukung lain.

Karena seperti yang saya katakan sedari awal ada Romantisme tak berkesudahan dalam cerita panjang itu. Dibalik seorang yang mengikuti DM3, harus tersimpan keistiqomahan dalam waktu yang relatif panjang, ketabahan dalam dinamika yang tak berkesudahan, semangat menuntut ilmu yang penuh dengan perjuangan, dan menyiapkan ongkos walau kadang jarang ada anggaran. Namun itulah cerita tentang perjuangan. Bukankah pelaut yang tangguh itu lahir dari lautan yang mencekam dan ombak yang selalu siap untuk menghantam.

Itu baru sedikit pengantar tentang menuju perjuangan? Bagaimana suasana DM3 SUMBAR itu sendiri? jawabannya hanya dalam dua kata “Luar Biasa!!!”.

Dalam DM3 itu saya menemukan sebuah faktar ternyata KAMMI se-Indonesia ini diisi oleh orang-orang yang tak pernah kenal kata lelah dalam berkontribusi, yang pemikirannya senantiasa segar dan selalu terisi, dan ibadah-ibadah nawafilnya saja terealisasi secara paripurna konon lagi ibadah wajibnya. Ketika DM3 inilah saya menemukan sebuah kesan indah, ternyata ber-KAMMI itu tak sia-sia, semuanya adalah cerita indah penuh makna, tetesan air mata bahkan perjuangan darah.

Dalam DM3ku ini yang tak lebih dari seminggu namun mampu menjelma menjadi cerita sejarah yang takkan pernah lekang oleh waktu. Aku bertemu dengan sosok qiyadah Sumbar tangguh yang membuat ku yakin SUMBAR takkan pernah kehilangan intektual dan pemimpin jika masih banyak orang seperti uda Alfian Zulmi, Abu Said, Mega, Neti, Ovi, dan Eel. Mereka adalah mozaik-mozaik permata indah yang SUMBAR sangat beruntung memilikinya karena dari mereka aku banyak menerima pelajaran tentang pentingnya indepedensi ditengah keterbatasan demi menjaga harga diri dan martabat perjuangan.

Aku juga mengenal sosok-sosok yang sangat luar biasa dari bumi raflesia, Akh Deko seorang cendekia yang sangat sederhana namun kini menempuh S-3, dibalik itu semua ternyata beliau adalah pengusaha sukses nan bersahaja, dan retorikanya mengingatkanku pada sesosok Aa’Gym yang menenangkan dan Rocky Gerung yang pandangan filsafatnya mencerahkan. Semoga kelak kau mampu melebihi apa yang telah mereka perbuat demi bangsa dan agama kawan!!!

Ada juga seorang tokoh pemuda bengkulu yang vokalnya akan mengalahkan Fahri Hamzah, beliau bernama Edi. Seorang pengurus wilayah KAMMI BENGKULU yang narasi besarnya mengalir indah, segar nan mempesona, saat ini sedang menempuh S-2 namun sayang beliau saat ini masih jomblo ditengah umurnya yang sudah menembus angka 25. Selain itu terdapat sebuah anak luar biasa yang namanya begitu menggelegar “Sirajjudin”, yang gagasannya jauh melampaui usianya. Semoga kelak engkau menjadi pemimpin dari para pemimpin ikhwah, serta semoga kelak kalian menjadi aktor inti dari segala cerita perbaikan dari bumi raflesia ikhwah.

Dari bumi raflesia kita beranjak ke bumi jawara, Banten namanya. Negeri ini beruntung memiliki sosok yang “besar” gagasan perbaikannya, Ustadz Raidhil namanya. Gagasan-gagasan dan tawaran solusi perbaikannya mengalir laksana air terjun niagara yang tak pernah berhenti menerjunkan air-air segar sebagai penyegar bumi yang dibawahnya semakin gersang. Semoga kelak ALLAH menjaga kebesaran beliau dan senantiasa menyertakan beliau dalam segala cerita perbaikan indah dari bumi jawara. Dari pendekar kita beralih ke Srikandi melayu, Linda namanya. Tatapan sayu terlihat gemulai namun penuh dengan ketegasan yang syahdu, solusi perbaikan selalu bermutu. Semoga kelak ALLAH menjadikanmu inisiator perbaikan dan induk dari lahirnya pejuang-pejuang kebaikan di bumi melayu.

Dan cerita indah itu ditutup sementara dengan para orang-orang luar biasa yang ditangannya hari ini dakwah masih bertahan di negeri yang penuh dengan tantangan, Medan namanya, ditangan sosok bersahaja nan penuh romantisme Ustadz Randi Yan Pahlevi dan Ustadzah Widia Wulandari semoga kelak ALLAH menjadikan kalian pemimpin dalam cerita keseruan kota Medan seperti cerita Muhammad dan Khadijah dalam perbaikan Makkah, Madinah dan semesta serta terkhusus kepada teman DM3 Syekh Hadi Mansur hanya terdapat satu kalimat indah untuk-mu “Semoga ALLAH menjadikanmu Ketua PW KAMMI SUMUT atau Ketua PD KAMMI MEDAN Segera!!!”, sosok luar biasa sepertimu butuh power nyata untuk menelurkan berbagai perubahan.

Itu baru membahas segelintir orang-orang luar biasa yang ada di DM3, belum lagi membahas tentang substansi forum yang ternyata memberikan pelajaran penuh keindahan dan makna. Diantara pelajaran paling penting tersebut yaitu menjadi pemimpin itu bukan hanya tentang ibadahmu sampai berlarut-larut malam, ilmu yang luas lagi penuh kecerdasan, fisik yang bugar lagi prima, semangat yang menggebu-gebu dan bergelora, harta yang banyak untuk dibagi-bagi ke siapa saja, gagasan dan wacana yang juah melampaui zaman. Ternyata bukan hanya itu yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin, namun jauh lebih hebat dari itu, bahwa menjadi pemimpin itu adalah sebuah perangkat kerja yang menyatukan antara aqidah yang lurus, ibadah yang benar, ilmu yang luas, semangat yang bergelora, kemandirian ekonomi yang tiada tara dan gagasan yang luar biasa menjadi sebuah harmoni indah yang siap untuk menjadi teladan, siap untuk menjadi yang terdepan dalam pengorbanan, siap untuk berkarya ketika yang lain masih dalam kepasungan, dan siap untuk bermimpi ketika yang lain apatis dalam harapan.

Ini lah sedikit kisah tentang romantisme DM3 yang tak berkesudahan!!! Jangan berfikir bahwa ini akhir cerita? Karena justru cerita indah perjuangan ini baru saja dimulai dalam medan perjuangan yang jauh lebih luas dan jauh lebih seru dalam berbagai tantangan, pengorbanan dan keteladanan!!!

Ayyuhal ikhwah bersiap siagalah dan nantikan tulisan perjuangan selanjutnya!!!